TABULAMPOT (2)

4. Penanaman

Sebaiknya menanam bibit ke dalam pot pada saat suhu udara tidak tinggi, yaitu pagi
atau sore hari, sehingga tanaman gampang beradaptasi dengan lingkungan barunya.

5. Perawatan

Perawatan terdiri dari penyiraman, penggemburan tanah, pemupukan, pemangkasan

bentuk, pembungaan dan pengendalian hama/penyakit tanaman. Penyiraman dilakukan apabila media tanam mulai kering, 1 atau 2 kali sehari tergantung suhu udara.  Siramlah tanaman sampai terlihat air keluar pada lubang drainase pot. Penggemburan dilakukan apabila media tanam sudah mulai mengeras.  Lakukan dengan hati-hati jangan sampai merusak akar. Pemupukan dilakukan untuk menambah kesuburan media tanam.  Pupuk yang umum dipakai adalah Urea (menyuburkan daun, mempercepat pertumbuhan), TSP (mempercepat pertumbuhan akar, merangsang pembungaan) dan KCl (memperkokoh batang, mencegah rontoknya bunga dan buah, memperkuat tanaman terhadap serangan hama).  Untuk lebih praktis, pakailah pupuk lengkap yang di semprotkan di daun seperti Gandasil, cara pakai sudah tertera pada kemasannya.

Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanaman agar bagus dan memperbanyak cabang dan ranting, sehingga memungkinkan jumlah bunga dan buah lebih banyak.  Pemangkasan juga untuk membuang cabang-cabang yang tidak produktif atau cabang liar.

Pembungaan dapat dirangsang dengan 2 cara yaitu memanipulasi lingkungan dan menggunakan perangsang kimia.  Memanipulasi lingkungan adalah mengkondisikan lingkungannya seperti di alam dimana biasanya musim buah diawali dengan musim kering dan disusul dengan musim hujan.  Tanaman dikurangi penyiramannya seminimal mungkin sampai beberapa hari, kemudian disiram bersamaan dengan pemberian pupuk untuk merangsang keluarnya bunga.  Merangsang pembungaan dengan bahan kimia adalah penggunaan retardan (penghambat pertumbuhan vegetatif), sehingga  cadangan makanannya dipaksa untuk dijadikan bunga dan buah.  Retardan yang sering digunakan antara lain paklobutrazol.
Pengendalian hama dan penyakit tanaman ada 3 cara, yaitu fisik (dengan menggunakan alat, api atau tangan untuk mematikan hama/penyakit tanaman), kimia (menggunakan obat kimia yang biasanya disemprotkan) dan biologi (dengan menggunakan musuh / pemangsa alami dari hama/penyakit).  Untuk tanaman dalam pot, pengendalian hama/penyakit tanaman lebih praktis dengan cara fisik.

6. Pergantian media tanam dan pot

Dilakukan apabila media tanam sudah sangat padat dengan akar tanaman dan
pertumbuhan tanaman sangat lambat.  Pada saat pergantian media tanam juga dilakukan pemangkasan akar, sehingga terbentuk rambut akar (ujung akar) baru yang berfungsi menyerap unsur hara dalam media tanam.  Bersamaan dengan itu juga dilakukan pemangkasan tajuk/daun untuk mengimbangi pemangkasan akarnya.
Pergantian pot biasanya dilakukan bersamaan dengan pergantian media tanam.  Pergantian pot dilakukan untuk mengganti pot yang rusak atau mengganti ukuran yang lebih besar, karena tanamannya bertambah besar.
Beberapa petunjuk di atas hanyalah panduan sederhana untuk menanam tabulampot, pengalaman sangat penting untuk menentukan cara terbaik menghasilkan tabulampot yang berkualitas.

(Dari berbagai sumber)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s