Kelengkeng Pingpong, Hobi atau Komoditi?

kelengkeng-pingpong

Kelengkeng pingpong merupakan saudara dekat kelengkeng jenis Diamond River. Kelengkeng jenis ini merupakan jenis tanaman tropis yang tumbuh subur di tanah berketinggian 500 di bawah permukaan laut.

Lantaran baru tahun 2005 kelengkeng ini mulai diperkenalkan ke masyarakat umum, para hobiis memburu tanaman ini sebagai tanaman hobi. Sementara beberapa pembeli bibit lainnya sedang mengusahakan terbentuknya sentra perkebunan kelengkeng pingpong. Sehingga, buahnya belum banyak tersedia di pasaran.

Salah satu pembudidaya kelengkeng pingpong adalah Isto Suwarno. Pria yang sehari-hari bekerja di objek taman wisata candi Borobudur ini sejak tahun 1998 sudah membudidayakan kelengkeng pingpong dibawah bendera Telaga Nursery Prambanan.

Isto mengaku, kebanjiran order bibit kelengkeng pingpong setiap bulannya. Sementara untuk buahnya, dijadikan sampel saja bagi siapa pun yang ingin membeli bibit kelengkeng miliknya.

Setiap bulan, Isto bisa menjual 7.500 bibit kelengkeng baik dari biji ataupun okulasi. Bibit biji ukuran 15 cm sampai 20 cm dijualnya dengan harga Rp 20.000 per batang. Sementara bibit okulasi dijualnya seharga Rp 40.000 untuk ukuran 60 cm. “Saya juga melayani pembelian tanaman dalam pot mulai harga Rp 1,5 juta per pot sampai Rp 2,5 juta untuk yang ukuran 3 meter,” ujarnya.

Dalam sebulan, Isto bisa meraup penghasilan Rp 30 juta. Bahkan lebih jika ada pesanan bibit dalam jumlah sangat besar. “Kemarin ada yang ambil 10.000 bibit sekaligus,” ujarnya senang. Isto tak lupa mencatat dalam bukunya semua pembeli kelengkeng budi dayanya. “Dari Januari 2005 sampai sekarang sudah ada 10.000 orang yang ambil bibit saya,” lanjutnya sumringah.

Besarnya permintaan kelengkeng pingpong lantaran tanaman ini mudah dibudidayakan baik di lahan sempit atau di pot sekalipun. Asal terkena sinar matahari. “Perawatannya mudah dan hamanya sedikit,” lanjut Isto. Tanaman ini bisa dibudidayakan dari biji, bibit dan bibit okulasi. “Rata-rata orang menyukai bibit okulasi karena masa panen hanya 1,5 tahun. Sementara benih biasa sampai 2,5 tahun baru panen,” ujarnya.

Untuk menanam kelengkeng pingpong, pertama-tama bibit dimasukkan ke dalam pot atau lubang di tanah. besaran pot dan tanah harus sesuai besaran tanaman. Untuk media tanamnya, campur tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Dalam setahun, sebaiknya tanaman ini diberi campuran tanah, pupuk kandang dan sekam selama tiga kali. Pada musim kemarau, setidaknya disiram air dua hari sekali.

Yang perlu diperhatikan, adalah pemangkasan batang agar tanaman ini tidak terlalu menjulang. Misalnya ketika tanaman sudah mencapai tinggi 1,25 meter, pangkas 0,25 meter tersebut. Setiap satu kali pemangkasan batang bakal tumbuh tiga tunas batang baru. Demikian seterusnya. Menurut Isto, semakin banyak cabang batang yang tumbuh maka buah bakal semakin banyak dan daunnya semakin rimbun.

Salah satu hama yang harus dihindari adalah codot. Yaitu sejenis kelelawar pemakan buah. Untuk menghindari codot, gerombol buah harus ditutup kresek putih yang telah dilubangi.

Buah kelengkeng asal sungai Mekong ini besar, dan daging buahnya tebal dengan aroma wangi. Sayangnya, biji buahnya juga besar. Buahnya bakal banyak di musim kemarau, namun susut di musim hujan. Panenan kelengkeng pingpong bisa dua kali dalam setahun.

Aprillia Ika
http://www.kontan.co.id/
Pos ini dipublikasikan di Kelengkeng dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s